Fakta-Fakta Menarik dari Dunia kita  

Kamis, 14 Agustus 2008

1. Dalam 1 buah bola golf resmi, terdapat 336 lubang kecil.

2. Planet MARS mempunyai gunung berapi paling besar di tata surya. puncaknya 3x lebih tinggi daripada puncak EVEREST.

3. Botol atau tempat makanan dari plastik akan mulai hancur setelah 50.000 tahun.




4. Tubuh manusia memproduksi 3liter ludah setiap harinya.

5. Pada saat sebuah kaca pecah, retakannya bergerak dengan kecepatan 4.800km/jam.

6. Sensitivitas lidah manusia dapat merasakan 1 tetes jus lemon yang sudah teraduk di dalam 129.000 tetes air.

7. Kulit seekor HIPPO(sejenis kuda nil) mempunyai ketebalan hampir 4 cm.

8. Negara yang mempunyai garis pantai terpendek adalah MONACO, hanya sepanjang 4km. tapi pendapatan per kapita penduduknya adalah yang terkaya didunia.

9. Sepanjang hidup anda, rata2 bernafas sebanyak 680 juta kali.

10. Badan manusia mengandung air sebanyak 38 liter air. jumlah itu cukup untuk mencuci mobil.

11. Dalam hidup seorang pria, buah zakarnya memproduksi rata2 14 galon ejalukasi sperma.

12. Total berat rayap diseluruh dunia adalah 3M ton. lebih berat daripada jumlah total berat manusia di bumi ini.

13. Penemu telepon Alexander Graham Bell, tidak pernah menelpon istri dan ibunya sendiri. karena mereka adalah tuna rungu.

14. Kalau kita bisa menggunakan pesawat Corcode ke luar angkasa, maka kita akan mencapai matahari dalam waktu 7,3 tahun.

15. Pohon bambu dapat tumbuh sampai 90cm dalam 1 hari.

16. Kata “Alpukat” berasal dari bahasa spanyol “aguacate” yang artinya buah zakar. dipakai karena bentuk buah alpukat itu sendiri.

17. Seekor simpanse jantan 5x lebih horny daripada rata2 manusia.

18. Morihei Ueshiba, pendiri Aikido, pernah menaklukkan seorang pesumo dengan menekan si pesumo tak berdaya dilantai hanya menggunakan 1 jarinya.

19. Sekali klik pada tombol mouse, membakar energi sebesar 0,0000024 kilo kalori. jika anda memakan 1 batang coklat, anda harus menekan tombol mouse sebanyak 765.551.000 kali untuk membakar jumlah energi yang sama.

20. Leonardo da vinci menghabiskan waktu 12 tahun untuk menyesuaikan bibir Monalisa menjadi benar.

21. Anda merayakan ulangtahun bersama, dengan sekitar 9.000.000 orang lainya didunia.

22. Ras manusia didunia menghasilkan segunung limbah kotoran tinja sebesar Piramid mesir setiap 8 hari sekali.

23. Kepala manusia akan sadar apa yang terjadi sesaat setelah dipancung.

24. Lukisan termahal yang pernah terjual di pelelangan adalah “POTRAIT OF DR.GACHET”, yang dilukis Vincent van Gogh. lukisan tersebut dibeli seharga $85,2 juta dollar oleh pria Jepang.

25. Ejakulasi pria terjadi pada kecepatan 44km/jam.

Sumber : http://tymask.wordpress.com/
Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Rahasia Berjalan di Atas Bara Api  

Profesor Fisika David Willey tidak menggunakan kapur dan papan tulis untuk menjelaskan termodinamika tapi, ia berjalan di atas bara api dengan kaki telanjang, keberanian yang sering dipertunjukkan di berbagai pelatihan motivasi.

"Tidak ada yang lebih menarik para mahasiswa daripada pertunjukan yang seolah-olah dapat membunuh saya," kata Willey yang merupakan penerima penghargaan terbaik dalam pengajaran dari Presiden AS di Universitas Pittsburgh, Johnstown. Seperti diduga, ia tidak mengalami luka sedikit pun karena melakukannya dengan berjalan cepat.




Ia bukanlah yang pertama mempertunjukkan kemampuan tersebut karena pada dasarnya semua orang dapat melakukannya. Ritual berjalan di atas bara api telah dilakukan manusia sejak ribuan tahun lalu. Sejarah mencatat praktik seperti ini paling awal dilakukan pada 1.200 sebelum Masehi.

Berbagai peradaban dari Yunani hingga China melakukannya sebagai prosesi penyembuhan, upacara keagamaan, dan inisiasi (memulai sesuatu). Saat ini, kegiatan seperti ini juga marak dilakukan para ahli motivasi untuk meningkatkan kepercayaan diri para kliennya dan pengobatan alternatif.

Isolator

Para ilmuwan telah menemukan penjelasan ilmiah mengapa berjalan di atas bara api tidak melukai kulit kaki sejak 1930-an. Dewan Riset Fisika Universitas London menemukan bahwa rahasianya ada di kayu dan bukan kekuatan gaib atau supernatural.

Bara api yang digunakan pada upacara umumnya dari kayu yang dibakar di hingga membara. Bara yang terbakar bisa mencapai suhu 538 derajat Celcius. Willey sendiri berjalan di atas bara yang suhunya mencapai 982 derajat Celcius.

Namun, kulit kaki bisa tahan terhadap panas sebesar itu karena hanya sebagian kecil panas yang mengalir dari bara ke kulit. Meskipun terbakar, kayu tidak akan sepanas itu dan masih bersifat sebagai konduktor (penghantar panas) yang buruk. Dalam keadaan normal, kayu merupakan isolator yang baik sehingga tidak menghantarkan panas.

Konduksi merupakan bentuk perpindahan panas dari suatu material ke material lain yang lebih dingin. Pada proses tersebut, getaran molekul-molekul material yang panas akan bertubrukan dengan molekul-molekul yang lebih dingin dan memindahkan energinya.

Karena kayu merupakan konduktor yang buruk, energi dalam bentuk panas tetap tertahan di dalam bara sehingga hanya sedikit yang dipindahkan ke kulit kaki. Lapisan abu yang terbentuk di permukaan kayu juga membantu menahan aliran panas dari dalam bara ke luar.

Itulah mengapa orang yang berani berjalan di atas bara tidak akan berani melakukannya di besi yang membara. Karena bersifat konduktor yang sangat baik, logam yang membara akan terasa sangat panas dan dapat melukai kulit kaki.

Berjalan dengan cepat di atas bara juga mencegah kulit melepuh. Saat salah satu kaki menapak di bara kayu, kaki lainnya punya kesempatan untuk dingin kembali saat melayang di udara. Permukaan kulit mati juga menjadi pelindung tambahan bagi kulit di bawahnya.

Meskipun praktik berjalan di atas bara api sebaiknya tidak dilakukan tahap latihan yang cukup, pada dasarnya setiap orang yang sehat dapat melakukannya. Menurut Willey, untuk melakukannya hanya butuh keberanian dan melatih otak agar berani mengambil langkah pertama.

"Anda dapat melakukannya terus dan berulang kali, hanya butuh memperkirakan berapa banyak kayu yang akan Anda pijak," kata Willey.

Sumber : http://arsip.info/

Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Melayang di udara (lavitasi) ternyata ilmu fisika  

SANUR, RABU - Ratusan siswa dari Asia, sebagian besar asal Indonesia, yang mengikuti Asian Science Camp di Sanur, Bali, Rabu (6/8) dihadapkan pada tantangan memecahkan fenomena mistis secara logis melalui ilmu fisika. Fenomena mistis tersebut seperti kemampuan manusia melawan gravitasi dengan melayang di udara tanpa media apapun, yang ternyata bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan.

Mereka disuguhkan peragaan langsung rahasia ilmu fisika melalui enam orang bermeditasi dan keenamnya kemudian bisa lompat melayang di udara walau hanya beberapa detik. Walau menghasilkan kekaguman dan hampir tidak masuk akal, ternyata semua ada penjelasan teori dan logikanya menggunakan ilmu fisika.

"Keadaan seseorang dapat melayang di udara karena mengalami yang disebut transcendental meditation (TM). Dalam tubuh mereka telah terjadi kinerja otak yang koheren, sehingga dapat melayang," ujar ahli TM Regianto. Ahli TM lainnya, I Wayan Sutrisna, menjelaskan bahwa fenomena tersebut sangat masuk akal dan dapat dijelaskan melalui teori fisika "Meissner Effect" atau teori tentang ketahanan dengan koherensi.

Dalam teori "Meisnner Effect", terbukti elektron yang disorder atau tidak beraturan dapat dengan mudah ditembus medan magnet. Sedangkan elektron yang koheren, tidak dapat ditembus medan magnet.

"Inilah mengapa pikiran yang koheren dapat menangkal energi negatif dan tubuh kita bisa melayang di udara atau Yogic Flying," katanya.

Dijelaskan, dengan TM seseorang akan memancarkan energi positif, yang secara tidak langsung merangsang zat seretonin dalam tubuh yang membantu menjadi bahagia. Dalam TM Sidi, melayangkan tubuh bukanlah tujuan utama, tetapi yang dikehendaki adalah keselarasan dalam berpikir dan kesehatan tubuh.

"Bahkan dampak positif tersebut tidak hanya dapat dirasakan orang yang bermeditasi tetapi juga oleh lingkungan sekitarnya," tambah Sutrisna pada ASC kedua yang berlangsung 6-9 Agustus 2008.

sumber : kompas.com


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Renungan Film 'HULK'  

Selasa, 05 Agustus 2008

MARI KITA RENUNGI APA YANG DILIHAT, DIDENGAR, dan DIRASAKAN
Oleh: Daniel Winarta

Setelah melihat film The Incredible Hulk 2, saya sempat berpikir ternyata kita tak beda jauh dengan si Bruce, si tokoh cerita tersebut, diri kita TERKADANG diliputi rasa marah, benci, kesal dan sebagainya. dan bila hal-hal itu sudah tak tertahankan kita akan menjadi monster Hulk, akan mengamuk, mengumpat dan marah atas apa yg terjadi dengan kita. karena kita tak dpt mengontrol itu semua, kita akan menjadi monster hulk yang benar-benar menakutkan bagi teman, keluarga, orang-orang yang kita cintai bahkan diri kita sendiri. Sudahkah kita mencari obat/solusi untuk mengatasi ini semua?



Si tokoh Bruce dengan berbagai cara mencari obat untuk mengatasi penderitaannya itu. Saya jadi teringat akan kisah Pangeran Siddhattha Gotama (Siddharta Gautama) yang mencari obat untuk mengatasi penderitaan di dunia ini, dan akhirnya berhasil dari hasil meditasinya di bawah pohon Bodhi, demikian pula si Bruce ini. Pada akhir film itu kita lihat si Bruce sedang duduk bermeditasi untuk mengatasi amarah dan monster dalam dirinya supaya tak muncul dan akhirnya berhasil tanpa ada kejadian yg menyebabkan dirinya berubah jadi monster.



Berbagai komentar dari film ini, yang saya dengar diantaranya: ada yg bilang kalau saya punya Pacar seperti Si Bruce repot juga ya, karena mesti belikan dia celana yang lebih besar dari ukuran sebenarnya, supaya tidak begitu malu pas dia berubah jadi monster. Bagaimana dgn monster yang ada di dalam diri ketika kita marah muncul? apa yang harus kita siapkan untuk atasi ini?

Apa mesti beli celana yang lebih besar juga? Jadi bila hal ini muncul dalam diri kita, kita sudah tak begitu malu, tapi saya rasa celananya harus dipakai di muka ya, untuk tutupi muka kita? Biar orang tidak tahu siapa yang marah di balik celana besar itu? he..he he...lucu ya? Bagaimana nih repot juga kan ?

Ya, kayanya sih lebih baik kita contoh si Bruce dan Pangeran Siddhattha juga deh, dengan latihan meditasi, supaya amarah, kebencian dan kekesalan kita bisa terkendali ,setuju?

Di bulan Asadha ini, mengingatkan saya ternyata ajaran sang Buddha masih relevan dengan jaman sekarang, sudah lebih dari 2500 tahun.

Maka, mari kita tingkatkan keyakinan kita terhadap ajaran Buddha dengan lebih banyak lagi belajar Dhamma lebih jauh ,dengan praktek kerelaan (berdana), sila dan samadhi. Berdana memang baik tapi perlu pula disertai dengan pengertian yg benar yaitu berdana untuk melatih ”melepas”, melatih kerelaan, memberikan apa yang kita miliki untuk kebaikan dan kesejahteraan pihak lain, dan dijaga dengan praktek sila dan samadhi kita.

Kita kan sudah dewasa masa bisanya cuma berdana aja....naik kelas dong dengan praktek sila dan samadhi. Kalau cuma dana aja ..? anak kecil juga bisa. Banyak diantara kita mungkin kecewa dan salah pengertian dengan ajaran Sang Buddha, terutama kalau hanya dipandang dari berdana dan berbuat baik, ada yang berpikir "saya kan sudah banyak berdana dan berbuat baik, kok kehidupan saya begini-begini saja? katanya kalau kita berdana apa yang kita harapkan akan tercapai? kok sampai sekarang saya belum mendapat jodoh? kok saya belum kaya? kok ...saya.....? cape deh....



Berdana diibaratkan seperti menanam benih yang akan kita panen pada suatu waktu nanti, nah..kalau menanam benih tanaman itu kan mesti dirawat, supaya hasil panennya bagus, mesti disirami setiap hari mesti dikasih pupuk ...dsb. kalau tidak dirawat ya.. bisa tidak bagus hasilnya, bisa juga tidak panen nanti bahkan tidak bisa memetik buahnya sama sekali.betul ..ngak? Berdana demikian, mesti kita rawat dan jaga dengan sila dan pengendalian diri kita supaya kita benar-benar bisa memetik hasilnya. Jadi selama ini bila kita sudah banyak berdana dan berbuat baik, bagaimana dengan perbuatan kita yang tak baik? Apa banyak juga yang kita lakukan? Jadi kalau tak ada hasilnya, kita tidak bisa menyalahkan ajaran Sang Buddha, kita sendiri yang salah. Habis bagaimana dong, supaya tidak berbuat salah, minimal sedikit? Ya, mesti ada pengendalian diri, ya gimana supaya bisa kendalikan diri? Ya,dimulai dengan menjaga sila dan ditingkatkan lagi dengan latihan athasila (8 sila ) pada hari tertentu (uposatha) dan juga praktek meditasi, dijamin sedikit banyak akan ada perubahan dalam diri kita, terutama karakter sifat kita, menjadi malu & takut untuk marah, benci.

Tak percaya coba aja!!! Semoga berguna untuk menambah keyakinan kita terhadap TIRATANA (Buddha-Dhamma-Sangha)

Sabbe satta bhavantu sukhitatta ... semoga semua mahluk hidup berbahagia

SELAMAT HARI ASADHA 2552 BE / th. 2008


Selengkapnya...

AddThis Social Bookmark Button

Design by masbeko @ Blogger Buster